Pages

Sabtu, 09 Januari 2010

Mimpi #2

sama seperti di mimpi sebelumnya,
berlatar belakang Saat ku dewasa,

Dunia sudah modern,
teknologi sudah canggih,

aku berjanji untuk jalan/ hang out bersama teman teman ku ke suatu pusat perbelanjaan yang megah di pusat Indonesia,
*aku tidak tahu tepatnya dimana, semua sudah berubah.

saat berjalan ke sana,
Aku tersesat,
ku berpikir teman temanku pasti sudah menungguku disana sangat lama,
dan mereka akan marah padaku,

lalu aku bertemu seorang paman...
paman yang baik, ia tahu kemana tujuanku,
dan ia mengantarkanku ke tempat teman temanku,

aku melihat wajah teman temanku,
aduuh pasti mereka marah pikirku,
tapi tidak ,

mereka semua tersenyum dan beberapa dari mereka terlihat khawatir

wajah mereka tidak asing,
ada beberapa dari mereka teman seperkuliahku saat ini, dan ada yang tidak kukenal

paman itu hanya tersenyum ketika mereka melihat teman temanku, ia berkata sesuatu..
tapi aku tidak mendengar apa yang ia katakan,
lalu pergi,

Lalu ada seorang wanita,
yang menggenggam tanganku,
dan kami semua mulai berjalan bersama,

lalu ku terbangun...
pagi itu,
setelah ku ingat kembali seutuhnya mimpiku,
aku terisak teringat Almarhum Pamanku

Sinesthesia :

Almarhum Pamanku..

adalah orang yang hebat, sangat kubanggakan,
sifatnya yang tidak sombong, ramah, dan selalu membantu saudara saudaranya
ia adalah Mantan Direktur Perusahaan Majalah Kartini


dulunya ibuku hanyalah seorang lulusan SMA di padang,
pamanku yang membawa ibuku ke jakarta,
Kuliah di Jakarta, memberinya tumpangan untuk tinggal, semua biaya ia yang mengaturnya,
Karena itu Ibuku bisa menjadi Guru,'

dan aku kecil, adalah orang yang selalu diajak menginap dirumahnya yang megah bersama saudara saudaraku yang lain, ia ingin, Aku menyadari, makna PERSAUDARAAN, makna PERSAHABATAN.

Aku kecil,
selalu diperhatikannya,
entah apa ia tahu,
bahwa akulah yang akan mengubah takdir Keluargaku,

ia selalu meledekku dengan nada dan irama yang khas,
"faisal faisul, faisal gak bisa siuL,"

ia selalu berkata,
Jika tidak bisa menjadi lampu yang terang untuk saudaramu,
jadilah lilin kecil, jika tidak bisa juga, jadilah sebatang korek api,
"bantulah saudaramu, sekecil apapun bantuan itu"
itu yang aku tangkap dari kata itu,

ia Kaya Raya, tapi tidak sombong,
Aku rasa, ialah tipikal seorang LELAKI SEJATI,

seorang LELAKI tidak dapat dikatakan LELAKI SEJATI jika ia tidak punya waktu untuk berkumpul bersama keluarganya,

ia dapat Menyatukan seluruh keluarga, hanya dalam sehari saja,
selalu ia yang mempunyai acara, semata mata untuk membuat semua keluarga berkumpul bersama.

di mimpi itu,
aku bertemu teman teman masa depanku,
mereka semua tidak asing, bagiku mereka adalah yang terbaik yang pernah ku temui.
mereka adalah yang terpilih, mereka percaya padaku, mereka setia padaku,
dan aku? Aku pasti tidak akan menyia nyiakan mereka, mengecewakan mereka,

Dan wanita yang menggenggam tanganku..
Aku tidak tahu siapa itu,
yang ku tau bahwa, sosok wanita itu tidak jauh dariku.

Alm.Pamanku adalah orang yang istimewa,
ia satu satunya keluarga yang selalu mengucapkan selamat Ulang Tahun di pagi hari,
jadi yang pertama, jadi yang selalu ingat semua hari Ulang tahun saudara saudaraku
(dalam ruang lingkup Keluarga Besar)

14 Januari 2009, di hari itu aku sangat sedih,
Tidak ada deringan telepon diwaktu subuh,
Suaranya tidak terdengar lagi, sepi,

Keluarga besarku telah kehilangan sosok yang sangat berarti..

Aku Berjanji paman, Aku Berjanji, Sukses meraih mimpi, membalas budi ini,
dan menjadi seperti dirimu..

sukses menjadi LELAKI SEJATI. Amin.



Notes::
Mimpi ke 2 dari 5 [5 hari bermimpi]
Jumat, 8 Januari .
sekitar pukul 03:00 - 05:00 pagi