Pages

Senin, 16 April 2012

Menyusuri Pantai tak bertepi

sepertinya ini lanjutan mimpi sebelumnya, tetapi lupa yang tanggal berapa.. Andie, temannya andie, Ocky, nia, ada di rumahku.. dikamar.. hp ace andie screenlock sudah menggunakan lensa mata, dibantu oleh temannya, entah, stranger.. dari mana.. aku tidak mengenalnya, putih, tinggi, agak kurus, wajahnya ketika aku mencoba membuka hpnya ternyata gagal, andie tertawa, sambil membanggakan hpnya, lalu aku mencoba mengutak ngatik, untuk membukanya, hingga aku menemukan cara, yaitu harus mengklik icon 'penyihir yang terbang menggunakan sapu' ternyata benar, ada gambar seperti itu, dan kecil sekali, harus benar benar teliti karena warnanya abu-abu transparan, hpnya terbuka, aku melihat-lihat, sampai digaleri.. aku melihat foto aku, ocky, andie dan temannya, seperti di depan distro? entah, intinya aku ingat foto ini.. diambil di mimpi sebelumnya, di sebuah perjalanan.. lalu, perutku mulai lapar, aku ke dapur, ternyata ada arvis, arvis adalah asisten yang bekerja bersamaku di hari rabu, (di laboratorium B lab SI ), aku melihat ia sedang memasak.. dan aku bergegas ke kamar mandi untuk mandi, sesaat.. andie ocky dll turun ke ruang bawah, ke arah dapur, aku mendengar suara mereka.. aku segera keluar dari kamar mandi, membantu arvis memasak, tiba-tiba mama datang.. dan mimpi itu melompat.. Dirumah tua.. aku berada di rumah tua, sendiri.. aku berjalan ke luar, menuju keramaian.. di kakiku terasa pasir.. sepertinya ini didekat pantai.. rumah rumah jaman dahulu, seperti di daerah eropa.. melewati sebuah rel kereta, jalanan yang becek.. langkahku ringan... dengan mudahnya aku memanjat..sebuah rumah, untuk melihat ada dimana aku ini.. dan dengan rasa ingin tahu, aku masuk ke lantai dua sebuah rumah.. ada seorang kakek tua, sedang menghitung.. sepertinya uang.. dan ah, iya rumah ini seperti restauran.. karena ada spanduk dengan nama yang unik, seperti bahasa meksiko.. lho.. aneh.. aku meminta izin, pak, permisi.. ia mengangguk.. aku turun ke lantai bawah, ada seorang lelaki, duduk di depan tv, 21 inchi.. aku berkata, permisi pak.. saya mencari jalan keluar.. lelaki itu seperti tidak senang, ia melototi.. lalu ada seorang wanita, masih muda.. sepertinya istri atau adiknya ya? dengan ramah ia mengantarku ke pintu depan.. dan akupun keluar.. aku terus melangkah.. mencoba mencari siapa yang aku kenal ditempat antah berantah dalam mimpi ini.. melihat sebuah aula.. besar, ada ditengah kota.. sekalipun banyak anak kecil berlari, banyak orang berjalan kaki, hiruk pikuk ramai ini.. aku merasa terus berjalan sendiri.. menyusuri pantai tak bertepi dalam mimpi ini.. dan aku terbangun.

Rabu, 11 April 2012

10/04/2012

Mimpi yang terjadi melompat-lompat..
karena tidurku terus terbangun..
dan bermimpi lagi..

Presentasi, ada rahmat, pak avinanta,

Dalam ruang pekerjaan, seperti ruang asisten, roti diatasnya keju, seperti bulu-bulu..
Nasi diatas piring, basi

sebuah kotak, terlihat berisi dokumen-dokumen penting,
beberapa amplop coklat, dengan foto didepannya
tidak sengaja terbuka,  berisi uang, puluhan ribu, 50 dan 100an..

pulang, satu lift, bersama wisnu, nisa, ucup babeh,
saat itu aku melihat ada lika, tri budi dan orang asing (stranger)..

Ketemu Lika, memegang kedua tangannya. wisnu berbicara kasar, babeh ucup ingin meminta maaf kepada lika, aku bertanya pada lika, apakah ia baik baik saja, bagaimana dengan anaknya?

setahuku terakhir kali ketemu, saat ia menikah.

dan aku terbangun,