Pages

Minggu, 27 Maret 2016

27 Maret 2016

mengendarai motor
bersama seorang perempuan..  berkerudung hitam..

terlihat jalanan macet sangat panjang, untung tahu jalan tikus. (bisa menyalip-nyalip)
jalur perjalanan mobil yang di buat semakin panjang.
terlihat penduduk dan mobil semakin banyak.

terheran-heran semua orang senang naik mobil..
meskipun tau jalanan begitu macet.
hanya jalan setiap berapa menit, hanya satu dua langkah kaki.

terbangun..

update :
9 April 2016.
ternyata semenjak 5 April 2016, 3 in 1 jakarta dihapuskan.
lalu sadar bahwa banyak yang melaporkan dan mengeluhkan kemacetan.
antara penglihatan dan kenyataan mulai semakin dekat..

Sabtu, 26 Maret 2016

26 Maret 2016

Entah tepatnya tanggal berapa,
sabtu, 26 maret mama bercerita.
katanya di padang sana :

bahwa aci vera (kakak dari Mintuo istri tek dasril) bermimpi.
mama membagi-bagikan uang ke orang,
potong kue di piring.

ma'e beranggapan mungkin saya (faisal) dilamar orang.

 
update :
5/4/2016
melihat bagaimana saat papa sakit,
aku dan mama membayar uang ke orang-orang,
saat di IGD Rs citra harapan, ambulan khusus, saat Rs.Dr Adam thalib, grab car, dsb.
lalu saat proses pemakaman papa..

terkait potong kue dipiring, mama menghidangkan makanan ke tamu yang datang,
yang bersimpati atau menghibur saat saya berduka cita.

Kamis, 04 Februari 2016

4 Februari 2016

Perjalanan,
tersesat dalam hutan rimba
Suara suara gangguan..
Di dalam kepala
Ilusi.

(sedikit terguncang)

Lalu perjalanan tersebut tiba di suatu rumah, terlihat sekelompok orang berbaju putih,
sedang shalat, tetapi barisan shaf shalatnya berantakan.. seperti tidak beraturan.
betapa kaget yang memimpin shalat adalah kenalanku yang dulu ku kenal non muslim
(apa itu samuel, apa itu nando atau orang lain?)
seorang kenalan terdekatku yang sudah mualaf ?
tetapi kesulitan membacakan ayat shalat, al fatihah..  

Kemudian.. Aku maju menggantikan..

terbangun..

Rabu, 20 Januari 2016

20 Januari 2016

Di sebuah Pulau..
Bermain air..
Pantai, pasir putih..
Peringatan terlihat di satu pagar : ada kuntilanak/pocong.

Ketika hari sudah sore, menjelang malam.
Perjalanan ke puncak, tengah pulau, menanjak menuju rumah tinggal,
berkelok kelok, ramai, bersama beberapa orang.

melihat kebelakang, di ikuti dan di ganggu pocong/kunti.
diantara semuanya, hanya saya yang bisa melihat, dan merasakan.
mereka keheranan, saya panik.

terbangun.